Patah

Bunga itu indah, bagaikan matahari yang membuat bumi ini terlihat terang dengan cahayanya. Seketika bunga itu di patahkan tanpa bersalah.

Ku takan mampu, aku yg hanya bisa mengalah dan mengalah. Jangan kau berubah begitu cepat, waktu ini masih terlalu berharga untuk ku, tetap jadilah kau yg dulu. Ku akan selalu mengerti mu.

Tolong kau pikirkan bagaiman hati ku, bukan hati nya. Dia yg hanya mengenal mu dengan cepat dan meliat mu dengan kebahagian. Bagaiman kau menjadi ku dengan sikap mu yg seenaknya dengan ku, membuat ku patah dan meluluhkan kembali, lalu membuat ku patah kembali. Dimana hati mu??

Semudah itukah hati kau patahkan??

Jangan salahkan aku jika di lain waktu, ku tdk seperti biasanya dengan mu, tanya pada diri mu! Tanya pada hati mu!

Ku seperti mencintai  sebuah benda mati yg tidak punya organ tubuh dan kehidupan, dan sedangkan kau mencintai sebuah benda kegemaran mu dan kau lakukan dengan semau mu.
Aku masih ingin mempercayai mu, tapi kmu membuat ku seakan akan akan ku tdk lagi ingin mempercayai mu kembali .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merasakan

SINGKAT