Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

KAU

Kau yang selalu ku pikirkan, kau yg selalu ku nantikan, kau yg membuat ku cinta, kau pun yang membuat ku patah. Kau bilang, ku harus menemani mu, tapi kau membiarkan ku Kau bilang, aku harus ada untuk mu, nyatanya kau pergi dari ku Kau bilang, kau rindu pada ku, tapi kau lupakan itu Kau bilang, kau tak rela ku dengan yang lain, nyatanya kau khianati ku. Hari ini aku semakin yakin untuk tdk mencintai mu lagi, esok dan seterusnya ku takan mengigat mu lagi, tolong jangan kau buat ku ingin kembali, dan memiliki mu lagi. Semudah itu kau bisa mencintai yg lain, dan semudah itu kah kau membuat ku jatuh dengan kata penenang mu.  Mungkin menurut kau aku berbeda dengan yg lain, aku yg mengerti dengan segala hal tentang mu. Tetapi dia yg bersamamu, lebih mengerti dan tdk bodoh seperti ku yang terus menerus mencinta mu tanpa kau mengerti hati ku. #Kau lebih dari seperti udara yg membuat ku candu akan sejuknya, dan akan membuat ku sakit kalau terus menikmatiya.

Malam

Hai malam yang selalu ku tunggu, untuk ku selalu bercerita tentangnya... Seketika malam datang dengan sendirinya, senja pun pudar, gelap pun datang. Bercerita tentangnya dimalam hari bukan suatu hal yang asik, melainkan hal yg buat mata ini meneteskan air mata. Bukan malam yang salah, bukan waktu pun yang salah, bukan juga aku dan dia yang salah, hanya saja perjalan ku dengannya, yang membuat ku jatuh hati dan membuat sebuah kenangan perjalan yg takan ku lupakan.  Seperti dinginya malam itu, ku dan dia berusaha untuk melawannya tetapi dingin itu terlalu kuat untuk diterpa. Ku rindu malam itu, ku ingat malam itu, kau membuat ku sangat mencintai mu saat itu.  Tetapi malam lain pun membuat semuanya hancur dan patah bersamaan, ku dan kau dilanda dengan sebuah alur yang membuat kita tak dapat saling melepaskan. Sudah terlalu banyak cerita ku dan kau di suatu malam yg sudah kita lewati bersama.  Aku tak bisa menerimanya, tapi ku harus menerimanya. Hati ini ...

Patah

Bunga itu indah, bagaikan matahari yang membuat bumi ini terlihat terang dengan cahayanya. Seketika bunga itu di patahkan tanpa bersalah. Ku takan mampu, aku yg hanya bisa mengalah dan mengalah. Jangan kau berubah begitu cepat, waktu ini masih terlalu berharga untuk ku, tetap jadilah kau yg dulu. Ku akan selalu mengerti mu. Tolong kau pikirkan bagaiman hati ku, bukan hati nya. Dia yg hanya mengenal mu dengan cepat dan meliat mu dengan kebahagian. Bagaiman kau menjadi ku dengan sikap mu yg seenaknya dengan ku, membuat ku patah dan meluluhkan kembali, lalu membuat ku patah kembali. Dimana hati mu?? Semudah itukah hati kau patahkan?? Jangan salahkan aku jika di lain waktu, ku tdk seperti biasanya dengan mu, tanya pada diri mu! Tanya pada hati mu! Ku seperti mencintai   sebuah benda mati yg tidak punya organ tubuh dan kehidupan, dan sedangkan kau mencintai sebuah benda kegemaran mu dan kau lakukan dengan semau mu. Aku masih ingin mempercayai mu, tapi kmu membuat k...